Langsung ke konten utama

Berjumpa Dengan Nabi Muhammad SAW

Apakah Mungkin Dalam Keadaan Sadar Bisa Melihat Nabi Muhammad SAW?

Apakah Hakikat Sebenarnya Kejadian Ini (Melihat Nabi Muhammad)?

JAWABAN:

Persoalan melihat Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar bukanlah bagian dari syariat agama, yang mengakibatkan adanya penambahan atau pengurangan dalam syariat agama. Ini adalah permasalahan yang harus dipertanggung jawabkan kebenarannya oleh orang yang mengaku mengalaminya. Persoalan ini termasuk dalam kategori mubasysyirat dan karamah.

Dengan melihat Nabi Muhammad SAW tidak berarti menafikan bahwa beliau telah wafat. Seseorang yang mengalaminya tidak berarti sebagai orang yang paling dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Kejadian ini tidak akan berakibat apa-apa.

Setelah kita tahu hal itu, secara logika coba kita perhatikan apakah kejadian ini termasuk kejadian yang mustahil?. Kejadian mustahil adalah apabila ada suatu benda di tempat yang berbeda pada waktu yang sama. Melihat Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar bukanlah termasuk melihat suatu benda pada dua tempat berbeda dalam satu waktu. Karena tempat Nabi Muhammad SAW sebenarnya adalah didalam kubur beliau, beliau beribadah mendekatkan diri pada Allah SWT, mengerjakan shalat dan lain-lain. Sebagaimana yang dilakukan para nabi, mereka mengerjakan shalat didalam kubur mereka.

Dari Anas RA, Rasulullah SAW telah bersabda: "Para nabi hidup dalam kubur mereka, mereka mengerjakan shalat". (Ad-dailami, Musnad Firdaus 1/119. Abu Ya'la, Musnad Abu Ya'la 6/147. Ibnu A'di, Al-kamil 2/327. Haitsami, Majmaazzawaid 8/211)

Dan diperkuat lagi dengan sabda beliau: "Aku telah melintas dihadapan Musa pada malam Isra' Mi'raj di daerah awan tebal yang merah, aku melihatnya melukan shalat didalam kuburnya". ( HR. Ahmad, Musnad Imam Ahmad, 2/315. Muslim, shahih Muslim 4/1845. An-nasa i, Sunan An-nasa i 1/419. Ibnu Hibban, Shahih Ibnu Hibban 1/242. Ibnu Abi Syaibah, Mushannif Ibnu Abi Syaibah 7/335. Thabrani, Ausath 7/13)

Bila seseorang dalam keadaan sadar melihat Nabi Muhammad SAW disekitar kuburan beliau hal ini bisa termasuk tanda–tanda kewaliannya. Kejadian ini tidaklah bertentangan dengan akal sehat dan juga diperkuat oleh nash yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab RA.

Ketika ia berkhutbah Allah menampakkan keadaan pasukan yang diutusnya di daerah Nahawan Persia, beliau memanggil mereka: "Wahai pasukan yang ada di gunung, ada musuh di balik gunung". Dan pasukan itu pun mendengar panggilan Umar. (HR. Thabrani, Tarikh Thabrani 2/553. Ibnu 'Abdil Barri, Isti'ab 4/1605. Ibnu Hajar, Al-Ishabah 3/6 )

Apabila kejadian ini terjadi pada selain Nabi, maka tidak hanya terbatas untuk Umar bin Khattab atau para sahabat saja. Begitupula yang dinampakkan tidak harus hanya pasukan perang atau yang lainnya.

Melihat Nabi Muhammad SAW bisa berupa nabi yang sebenarnya, dalam artian Nabi Muhammad SAW berada di raudhah-nya (daerah sekitar kuburan beliau), Orang melihat Nabi Muhammad SAW, melihat gambaran beliau, maka gambaran itu adalah gambaran dari alam yang sama. Hal ini bisa terjadi dikarenakan besarnya rasa cinta pada Rasulullah SAW, selalu mempelajari riwayat hidup beliau dan merenungi kepribadian beliau. Seseorang bisa saja memiliki banyak gambar dikarenakan banyak permukaan yang memberinya pantulan, seperti cermin dan lainnya.

Hadist Nabi SAW yang memperkuat kemungkinan bisa melihat Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, ia berkata:

"Aku mendengar Nabi SAW berkata: "Barang siapa yang melihat aku dalam mimpi, maka ia akan melihatku dalam keadan sadar. Setan tidak akan bisa menyerupai aku".(HR. Bukhari, Shahih Bukhari 6/2567. Abu Daud, Sunan Abu Daud 4/305)

Ungkapan Nabi SAW: "...akan melihatku dalam keadan sadar..." menunjukkan adanya kemungkinan melihat beliau dalam keadaan hidup. Membatasi kata "sadar" dengan hari kiamat sangatlah tidak cocok, karena dua hal:

Pertama: Semua umat Nabi Muhammad SAW akan melihat Nabi SAW pada hari kiamat, baik yang melihat beliau dalam mimpi di dunia, maupun yang tidak.

Kedua: Hadist tidak membatasi kata "sadar" dengan hari kiamat. Membatasi kata "sadar" dengan hari kiamat termasuk at-takhsis bighairi mukhassis.

Permasalahan ini telah ada sejak zaman Imam Suyuthi, beliau mengarang mengarang sebuah buku tentang ini dengan judul "Tanwirul Halki Fii Imkani Rukyatunnabi Wal Malaki". Dalam muqaddimah buku itu beliau berkata:

"Telah banyak pertanyaan mengenai orang yang melihat Nabi SAW dalam keadaan sadar. Pada zaman sekarang, ada sebagian orang yang kurang pengetahuannya, mengingkari hal ini dan bahkan berlebih–lebihan, mereka mengatakan itu adalah hal yang mustahil. Maka sayapun mengarang buku ini, dan saya beri judul : "Tanwirul Halki Fii Imkani Rukyatunnabi Wal Malaki".

Didalam buku itu beliau menulis dalil–dalil dan penjelasan-penjelasan yang menunjukkan adanya kemungkinan melihat Nabi SAW mendengar suaranya dan juga para Malaikat.

Kata "sadar" bila dikhususkan pada hari kiamat tidaklah tepat, karena pengkhususan itu tidak memiliki fungsi. Semua umat Muhammad SAW pada hari kiamat akan melihat beliau, baik yang memimpikan beliau maupun yang tidak. Dalam kitab Syarhul Hadits Ibnu Abi Hamzah (Tarjihul Baqaul Hadist 'Ala Umumihi Fii Hayatihi Wa Mamatihi Liman Lahu Ahliyatil Ittiba' Lissunnah Wali ghairihi) yang beliau ambil dari kitab hadist Imam Bukhari beliau berkata:

"Barang siapa yang berpendapat takhshish bi ghairi makhsush (mengatakan melihat nabi dalam keadan sadar hanya pada hari kiamat) maka ia salah. Ia mengingkari sabda Rasulullah SAW, ia tidak mengakui kekuasaa Allah, mengingkari karamah para Wali padahal dalil-dalil dari hadist sudah sangat jelas".

Imam An-Nafrowi Al–Maliki berkata: "Para Ahli Hadist menyepakati adanya kemungkinan melihat Nabi SAW dalam keadaan sadar atau mimpi, namun mereka memperselisihkan apakah melihat Nabi SAW dalam wujudnya asli atau hanya gambaran saja".

Kebanyakan Ulama berpendapat dengan pendapat yang pertama (melihat nabi dalam wujud aslinya), sedangkan Imam Al–Ghazali, Al-Imam Al-Qarafi, Imam Al-Syafi'i dan lainnya perbendapat dengan pendapat yang kedua (melihat nabi dengan gambarannya saja).

Ulama yang berpendapat dengan pendapat pertama beralasan: "Apa yang terlihat adalah bagian dari cahaya Rasulullah SAW adalah cahaya yang menerangi, seperti halnya kita melihat cahaya lentera, atau matahari dari kejauhan, begitu juga dengan tubuh Rasulullah SAW, beliau tidak meninggalkan kuburannya, akan tetapi Allah membuka hijab, menghilangkan semua penghalang hingga dapat dilihat oleh orang walaupun berada di Timur dan di Barat. Atau Allah SWT membuka hijab hingga terlihatlah apa yang tertutupi.

Imam Qarafi menegaskan bahwa apa yang ia mimpikan (mimpi melihat Rasul SAW) ketika tidur adalah suatu peristiwa yang membekas yang tidak dialami oleh tidur biasa. Mimpi ini dialami oleh mata hati bukan mata biasa sebab beliau mengalaminya dalam keadaan buta.

Ibnu Abi Hamzah dan sebagian ulama menceritakan bahwa mereka melihat Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar.

Tidaklah boleh seseorang mengingkari hadist yang berbunyi "Barang siapa yang melihat aku dalam mimpi maka ia akan melihatku dalam keadaan sadar". Karena apabila ia mengingkarinya ia mengingkari adanya karamah para Wali dan metode penentuan hukum yang ia gunakan telah gugur, karena telah mengingkari apa yang telah hadist tetapkan. Syeihk Al-Qani menjelaskan hal ini didalam bukunya Sharhu Jauharuttauhid. (Al-Fawakih Ad-Dawani, An-Nafrawi 2/360).

Ibnu Hajj berkata didalam bukunyanya Al-Madkhal: "Sebagian orang ada yang mengaku melihat Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar. Kejadian ini sangatlah jarang terjadi, tidak banyak orang yang mengalami kejadian ini, mereka yang mengalaminya tentulah orang yang memiliki sifat-sifat mulia pada zaman ini, bahkan hampir tidak mungkin menemukan mereka. Saya tidaklah mengingkari ada orang yang bisa mengalaminya, mereka adalah orang-orang mulia yang dijaga Allah SAW lahir dan batin mereka". ( Al-Madkhal, Ibnu Al-Haj 3/194).

Syeikh 'Alish berkata: "Melihat Nabi Muhammad SAW adalah salah satu faktor yang bisa menguatkan pendapat para ulama mujtahidin".

Imam Al-A'rif Abdul Wahab Sya'rani berkata: "Saya mendengar guru saya Aliyal Khawas berkata: "Menurut Ahli Kasyaf Qatibah (ahli tasawuf); tidaklah benar apabila seorang mujtahid berpendapat dengan pendapat yang melenceng dari syariat. Bagaimana mereka bisa melenceng sedangkan mereka berijtihad berdasarkan hasil penelitian mereka terhadap Al-Qur'an, hadist, pendapat para sahabat, dan berjumpanya ruh mereka dengan ruh Rasulullah SAW".

"Mereka bertanya kepada Rasulullah SAW secara sadar dan berdialog langsung mengenai suatu permasalahan, apakah sesuai dengan dalil: "Wahai Rasulullah apakah ini perkataanmu atau tidak?". Sebelum menulis buku mereka, mereka bertanya kepada Rasulllah SAW mengenai Al-Quran dan hadist, bahkan mereka bernazar pada Allah SWT. Mereka berkata: "Wahai Rasulullah, kami memahami ayat dan hadist yang diriwayatkan si pulan seperti ini, apakah engkau ridha?". mereka mengamalkan apa yang mereka pahami dari perkataan dan isyarat Rasulullah SAW. Barang siapa yang tidak berkomentar tentang apa yang telah kami sebutkan mengenai kemampuan luar biasa para ulama dan pertemuan mereka dengan ruh Rasulullah SAW, kami katakan kepada mereka dengan penuh keyakinan: "Ini adalah bagian dari karamahnya para wali". (Fathul 'Ali Al-Malik, Syeikh 'Aliisy 1/92-93).

Dari semua pemaparan, kami berkesimpulan bahwa kejadian yang dialami orang -orang shalih seperti melihat Nabi SAW dalam keadan sadar, bisa saja terjadi. Tidak ada dalil aqli (logika) maupun nash Al-Qur'an atau hadits yang menafikannya. Tapi perlu diingat, tidak sembarang orang bisa mengalami kejadian ini, dan bila seseorang mengalaminya sebaiknya ia tidak menceritakannya pada orang yang tidak mempercayainya agar ia tidak dianggap berbohong. Berdialog dengan orang lain sesuai dengan jalan pemikiran mereka adalah cara berkomunikasi yang tepat.

Wallahu A'lam

Sumber: AlBayan AlQawim Li Tashhihi Ba'dul Mafahim
Karya: Dr. Ali Jum'ah
Diterjemah Kedalam Bahasa Indonesia Oleh: Muhammad Habib Effendi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalau Tidak Karena Nabi Muhammad, Allah Tidak Akan Menciptakan Alam Semesta

PERTANYAAN:

APAKAH UNGKAPAN INI BENAR : "KALAU TIDAK KARENA NABI MUHAMMAD SAW,. ALLAH TIDAK AKAN MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA"

APAKAH UNGKAPAN INI TIDAK BERTENTANGAN DENGAN DASAR-DASAR AQIDAH?

APA ARTI YANG SEBENARNYA?

JAWABAN:

Semua perkataan yang diucapkan oleh orang yang beriman hendaklah kita maknai dengan makna yang tidak bertentangan dengan asas-asas ketauhidan. Tidak sepantasnyalah kita tergesa-gesa menuduh mereka; kafir, fasik, sesat atau ahli bid’ah.

Jika agama Islam yang mereka anut tidak keluar dari koridor Al-Qur’an dan Hadits, tidak seharusnya kita maknai ucapan mereka dengan makna dhohir lafadznya, walaupun ada makna kekufuran atau kefasikan. Ini adalah kaidah umum yang seharusnya diaplikasikan oleh seorang muslim pada semua ucapan yang mereka dengar dari saudara mereka sesama muslim.

Kita ambil contoh misalnya : seorang muslim meyakini bahwa nabi Isa AS., menghidupkan orang yang telah mati dengan izin Allah, beliau tidak bisa melakukannya sendiri tapi dengan i…

Kedua Orang Tua Rasulullah: Abdullah Bin Abdul Muthalib Dan Siti Aminah Penghuni Syurga

ADA YANG BERPENDAPAT BAHWA KEDUA ORANG TUA NABI SAW., MUSYRIK DAN BERADA DI DALAM NERAKA, BENARKAH PENDAPAT INI?

JAWABAN:
Telah kita ketahui bersama bahwa mencintai nabi SAW adalah ibadah yang paling baik, dan kita telah banyak berbicara mengenai hal itu. dalilnya adalah sabda Nabi SAW.,:
"Demi Allah yang jiwaku ada dalam genggamannya tidaklah kamu beriman hingga aku (Nabi Muhammad SAW.,) lebih ia cintai dari pada kedua orang tuanya, anak–anaknya atau yang lainnya" (HR.Ahmad asnad imam ahmad 3/177 HR.Bukhari,Shahih Bukhari 1/14)
Cinta seseorang akan hilang bila ia disakiti, demikian juga halnya bila kita mengatakan hal-hal yang jelek tentang kedua orang tua nabi SAW., maka beliau akan tersakiti, Allah berfirman :
"Dan mereka yang menyakiti Rasulullah akan mendapatkan azab yang pedih". ( At-Taubah 61 ). "Sesungguhnya orang–orang yang menyakiti Allah dan Rasulnya, akan mendapatkan laknat Allah di dunia dan akhirat, dan Allah akan menyiapkan untuk mereka azab yang…

Kehidupan Nabi Muhammad Setelah Wafatnya

Apakah Nabi Muhammad SAW Hidup Didalam Kuburnya?

Adakah Dampak Hidupnya Nabi Muhammad SAW Didalam Kuburnya Terhadap Kehidupan Kita Didunia Ini?


JAWABAN:

Untuk menjawab permasalahan ini kita harus menjelaskan istilah-istilah terlebih dahulu, karena banyak permasalahan bisa terselesaikan dengan menjelaskan istilah-istilahnya terlebih dahulu. Apabila yang dimaksud dengan hidupnya nabi SAW,. adalah beliau belum wafat dari kehidupan dunia, atau Allah SWT., belum mencabut nyawa beliau, maka ini adalah salah, dan bertentangan dengan nash Al-Qur’an.

Allah berfirman:
"Tidaklah Kami menjadikan manusia sebelummu kekal, apakah bila kamu wafat sedangkan mereka kekal"(Al-Anbiya : 34)

"Kamu akan wafat dan mereka pun akan wafat"(Az-Zumar : 30)

Memang Nabi SAW., telah wafat dari dunia ini, akan tetapi hubungan beliau dengan kita tidaklah terputus. Beliau hidup di kehidupan lain. Kehidupan para nabi. Kehidupan setelah mati.

Nabi SAW,. bersabda : "Hidupku baik untuk kamu, karena …

One Column Seo Friendly Blogger Template

One Column Seo Friendly Blogger Template adalah sebuah template blogspot yang terdiri dari satu kolom pada setiap halamannya, baik pada halaman homepage, single page maupun static page.

Walau template blogspot ini terkesan sederhana, namun tidak mengurangi kualitas seo-nya. One Column Seo Friendly Blogger Template ini merupakan versi sederhana dari pendahulunya, yang memiliki keunikan dan fitur-fitur menarik.

Salahsatu keunggulan dari One Column Seo Friendly Blogger Template ini adalah; pengguna dapat menjadikan Adsense berukuran 728x90 piksel sebagai headernya.

Spesifikasi Template:

Ukuran lebar 728x90 pixelsClean, Simple And User Friendly Adsense On HeaderResponsiveSeo FriendlyAuthor BioSocial Network ButtonsGoogle Plus Comment ReadyCompact And Stylist Threaded Comment
SCREENSHOT


DEMO - DOWNLOAD - 2 Columns DOWNLOAD

Penggunaan Kata Said Atau Sayyidina Terhadap Rasulullah

Apa Hukum Menggunakan Kata "Said" Untuk Nabi Muhammad SAW Dalam Shalat Dan Diluar Shalat?

JAWABAN:

Kaum muslimin sepakat adanya siadah (sifat kepemimpinan, kemuliaan, kehormatan ) bagi Nabi SAW, Imam Syarqowi berkata:

lafaz " saidina " adalah panggilan untuk Nabi SAW. Adapun orang yang mengingkarinya dengan berdalil  beberapa  hadist yang dhawahirul hadistnya (tekstualnya) seperti melarang menggunaan kata "saidina" untuk Nabi SAW tidaklah benar.

Hadist yang mereka gunakan adalah:

-Apa yang diriwayatkan dari Abu Nadhrah, dari Matrap Ibnu Abdillah Bin Syakhir berkata: berkata Ayahku, aku pergi  bersama rombongan Bani Amir menemui Rasulullah SAW kami berkata pada Beliau:

"Anta Saiiduna" (engkau adalah pemimpin kami yang mulia), lantas Nabi SAW menjawab: "Assaidu (pemimpin yang mulia) adalah Allah SWT; kami berkata: "Engkau adalah orang yang  paling baik dalam berbicara dan orang paling mulia". Rasul SAW menjawab: "Ucapkanlah apa …

Responsive Seo Friendly Fast Loading Blogger Template

Responsive blogger template bukanlah suatu keharusan karena Blogspot sudah menyediakan fitur Mobile Template dengan ekstensi /?m=1 diakhir url sebuah blog berplatform Blogspot apabila diakses menggunakan perangkat mobile. Namun tidak ada salahnya apabila template didesain menjadi responsive agar pengguna gadget seluler dapat mengakses seluruh fitur pada blog, yang biasanya menggunakan link Lihat versi web /?m=0.

Seo Friendly bagi sebuah blog merupakan suatu keharusan karena search engine melihat kualitas blog bukan hanya ditentukan oleh konten saja, dan begitu juga fast loading template menjadi salahsatu hal yang dapat menjadikan sebuah blog dianggap sebagai user friendly.


Menggabungkan Responsive, Seo Dan Fast TemplateFastest SEO Friendly Blogger Template V.05 ini dapat menjadi solusi terbaik karena menggabungkan Responsive Template, Seo Friendly Template Dan Fast Loading Template.

Template ini dibuat menggunakan Responsive Canvas Fast Loading Seo Friendly Template For Blogger denga…

Responsive Canvas - Fast Loading Seo Friendly Template Blogger

Responsive Canvas Blogspot Template adalah template blogger yang didesain dengan rapi sehingga menjadi template yang:
User Friendly Template : hanya menggunakan komponen dasar blogspot.Fast Loading Template : tidak menggunakan javascript.Simple And Clean Template : menggunakan dasar CSS sederhana dengan warana dasar putih.Responsive Template : menggunakan CSS Media Query untuk tampilan responsive, menyesuaikan dengan ukuran layar pengunjung.Seo Template : dengan kesederhanaannya, dan default heading blogspot dipastikan template ini tidak kalah kualitas seo dibandingkan template lainnya :)
Desain Template Blogger Simple Clean Fast Loading Seo Friendly TemplateScreenshot


Demo Smart Theme Download Responsive Canvas - Fast Loading Seo Friendly Template Blogger

SEO Friendly Dan Fast Loading Blogger Template

Alhamdulillah Saya telah berhasil melakukan desain Template Blogspot Seo Friendly Dan Fastest Loading. yang Saya gunakan ini merupakan hasil desain dengan berbagai keterbatasan yang Saya miliki.

Script dasar dari template ini berasal dari template default blogger yang didesain ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Saya mendesain template ini menjadi lebih cepat dan Seo Friendly Template dengan melakukan beberapa perubahan css, penambahan snippets dan fitur; diantaranya:

template tanpa gambar
css web save font lebih dari 5 jenis
pewarnaan untuk link, hover dan aktif
tombol home, next dan preview
tombol back to top
seo title
seo meta robots
seo breadcrumbs
popular post warna-warni
related post
threaded comments
highlight author
untuk mencoba theme ini, silahkan download disini

Al-Qur'an dan Realita

Ayat-ayat Al-Quran Yang Diturunkan Allah Merupakan Sebuah Kumpulan Wahyu Yang Utuh Untuk Memenuhi ataupun Menolak Realita
Sungguhpun Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahun masa kenabian, (tentang masa penurunan wahyu ini, bisa dilihat secara mendetail dalam Al-Zarqânî, 1988: 53 et seqq). Tidak dengan sendirinya kenyataan ini memperkuat tesa sementara pemikir seperti Nashr Hâmid Abû Zayd yang menyatakan bahwa Al-Qur'an diturunkan sesuai dan lebih dari itu berdasarkan realita. Abû Zayd menulis:

"Sesungguhnya ilmu Asbâb Al-Nuzûl membekali kita dengan fakta-fakta yang memperlihatkan kepada kita bahwa Teks ini (diturunkan) untuk memenuhi atau menolak tuntutan realita, dan menegaskan adanya relasi ‘dialog' dan ‘dialektika' antara Teks itu dan realita. Sesungguhnya data-data empiris faktual menegaskan bahwa Teks tersebut diturunkan secara berangsur-angsur selama 20 tahun lebih, sebagaimana menegaskan bahwa setiap ayat, atau sekelompok ayat mempunyai…