• 30.8.15

    Kalau Tidak Karena Nabi Muhammad, Allah Tidak Akan Menciptakan Alam Semesta

    PERTANYAAN:

    APAKAH UNGKAPAN INI BENAR : "KALAU TIDAK KARENA NABI MUHAMMAD SAW,. ALLAH TIDAK AKAN MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA"

    APAKAH UNGKAPAN INI TIDAK BERTENTANGAN DENGAN DASAR-DASAR AQIDAH?

    APA ARTI YANG SEBENARNYA?

    JAWABAN:

    Semua perkataan yang diucapkan oleh orang yang beriman hendaklah kita maknai dengan makna yang tidak bertentangan dengan asas-asas ketauhidan. Tidak sepantasnyalah kita tergesa-gesa menuduh mereka; kafir, fasik, sesat atau ahli bid’ah.

    Jika agama Islam yang mereka anut tidak keluar dari koridor Al-Qur’an dan Hadits, tidak seharusnya kita maknai ucapan mereka dengan makna dhohir lafadznya, walaupun ada makna kekufuran atau kefasikan. Ini adalah kaidah umum yang seharusnya diaplikasikan oleh seorang muslim pada semua ucapan yang mereka dengar dari saudara mereka sesama muslim.

    Kita ambil contoh misalnya : seorang muslim meyakini bahwa nabi Isa AS., menghidupkan orang yang telah mati dengan izin Allah, beliau tidak bisa melakukannya sendiri tapi dengan izin Allah SWT., dan qudratnya. Sedangkan seorang kristiani meyakini bahwa Nabi Isa AS., menghidupkan orang yang telah mati, tapi mereka berkeyakinan bahwa itu adalah dari kekuatan pribadi nabi Isa AS., mereka meyakini bahwa nabi Isa AS., adalah Allah, anak Allah, atau salah satu dari oknum Allah.

    Karena itu, bila kita mendengar seorang muslim yang taat berkata : "Saya meyakini bahwa Nabi Isa A.S, menghidupkan orang yang telah mati" dan kalimat ini juga diucapkan oleh orang-orang kristiani. Maka tidak seharusnya diyakini bahwa ia telah bertukar agama karena telah mengatakannya, tapi kita maknai ucapannya dengan makna yang layak dengan agama Islam dan asas-asas ketauhidan.

    Ungkapan (Kalaulah tidak karena nabi Muhammad SAW, Allah tidak akan menciptakan alam semesta) secara lafazd dan maknanya tidaklah mengindikasikan kesyirikan. Apabila seorang muslim meyakini bahwa Allah menciptakan alam semesta karena seorang makhluk, bukan berarti ia telah kafir atau murtad. Walaupun sebenarnya apa yang ia yakini sesuatu yang tidak benar, (Ini apabila apa yang diyakininya salah).

    Ungkapan : "Kalaulah tidak karena Nabi Muhammad SAW, Allah tidak akan menciptakan alam semesta," maknanya tidaklah sama dengan lafazd dhohir-nya. Ungkapan ini tidaklah bertentangan dengan tauhid agama Islam, bahkan memperkuat ketauhidan itu apabila dipahami dengan benar yang insyaAllah akan kita jelaskan berikut ini:

    Makna kalimat "kalaulah tidak karena nabi Muhammad Allah tidak akan menciptakan alam semesta" Ada dalam firman Allah : "Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah-Ku" ( Az-zuriat : 56 ).

    Mengaktualisasikan ibadah adalah tujuan dari penciptaan manusia, sedangkan ibadah tidak akan terlaksana tanpa adanya orang yang beribadah. Dan sebaik-baik orang yang beribadah adalah nabi Muhammad SAW, dia adalah simbol dari ibadah dan ketauhidan.

    Ayat diatas hanya berbicara tentang jin dan manusia, tanpa berbicara tentang alam semesta. karena sebenarnya alam semesta diciptakan untuk mengabdi pada manusia. Allah berfirman: "Dan kami menundukkan untuk kamu apa yang ada di langit dan di bumi semuanya, sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kebesaran Allah ) bagi orang-orang yang berfikir "( Al-Jasiah : 13 ).

    Nabi kita Muhammad adalah simbol kemanusiaan, bahkan beliau adalah manusia yang paling sempurna. Allah telah berfirman kepada nya : "Hai manusia sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, pasti kamu akan menemuinya" ( Al-insyiqaq : 6 ).

    Oleh karena itu, kalimat "kalaulah tidak karena Nabi Muhammad SAW., Allah tidak akan menciptakan alam semesta," sesuai dengan syariat ajaran islam. Nabi Muhammad SAW,. adalah pengaktualisasi tujuan penciptaan alam semesta, karena beliau adalah simbol dari terlaksananya ibadah dan tauhid di alam semesta.

    Beliau adalah manusia yang paling sempurna dan simbol dari kemanusiaan, yang karenanyalah Allah SWT,. menciptakan apa yang ada di langit dan di bumi.

    Wallahu a’lam

    Habib Blog uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More info

    2 comments:

    Copyright © Habib Blog

    Promoted Link: Tafsir Sponsored By: Gratis Template By: MP3 Nasyid