• 19.3.13

    Kedua Orang Tua Rasulullah: Abdullah Bin Abdul Muthalib Dan Siti Aminah Penghuni Syurga

    ADA YANG BERPENDAPAT BAHWA KEDUA ORANG TUA NABI SAW., MUSYRIK DAN BERADA DI DALAM NERAKA, BENARKAH PENDAPAT INI?

    JAWABAN:

    Telah kita ketahui bersama bahwa mencintai nabi SAW adalah ibadah yang paling baik, dan kita telah banyak berbicara mengenai hal itu. dalilnya adalah sabda Nabi SAW.,:

    "Demi Allah yang jiwaku ada dalam genggamannya tidaklah kamu beriman hingga aku (Nabi Muhammad SAW.,) lebih ia cintai dari pada kedua orang tuanya, anak–anaknya atau yang lainnya" (HR.Ahmad asnad imam ahmad 3/177 HR.Bukhari,Shahih Bukhari 1/14)

    Cinta seseorang akan hilang bila ia disakiti, demikian juga halnya bila kita mengatakan hal-hal yang jelek tentang kedua orang tua nabi SAW., maka beliau akan tersakiti, Allah berfirman :

    "Dan mereka yang menyakiti Rasulullah akan mendapatkan azab yang pedih". ( At-Taubah 61 ).
    "Sesungguhnya orang–orang yang menyakiti Allah dan Rasulnya, akan mendapatkan laknat Allah di dunia dan akhirat, dan Allah akan menyiapkan untuk mereka azab yang menghinakan."( Al-Ahzab : 57 ).

    Secara jelas Allah SWT., melarang kita untuk menyakiti Rasulullah SAW., sebagaimana orang–orang yahudi yang menyakiti Nabi Musa AS., Allah berfirman :

    "Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu seperti orang yahudi yang menyakiti Musa, Allah membela Musa, disisi Allah ia adalah orang yang mulia."(Al-Ahzab:64)

    Al-Qadi berkata : "Apa yang kita ucapkan hendaklah apa yang diridhai oleh Allah dan Rasulnya. Tidak selayaknya kita menyakiti beliau dengan mengatakan perkataan yang menyakiti beliau".

    Perlu kita ketahui, walaupun ada keterangan bahwa kakek moyang Nabi SAW., musyrik, sebenarnya mereka tidaklah musyrik. Karena pada saat mereka hidup Rasulullah SAW., belum diutus. Ahli Sunnah Wal-Jama’ah meyakini bahwa siapa saja yang hidup pada masa transisi antara satu Nabi dengan Nabi yang lain, walaupun mereka menyekutukan Allah atau megganti syariat tauhid, mereka tidak diazab. Allah berfirman :

    "Kami tidak akan mengazab suatu kaum hingga Kami mengutus seorang Rasul "(Al-Isra : 16).

    "Tuhanmu tidak akan menghancurkan suatu daerah hingga ia mengutus dari mereka seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat kami pada mereka. Tidaklah kami hancurkan suatu daerah kecuali bila penghuninya melakukan perbuatan zhalim". (Al-An’am :131).

    Dari ayat diatas jelaslah bahwa kedua orang tua Nabi SAW., tidaklah diazab, bukan karena mereka orang tua Nabi SAW., tapi karena memang mereka termasuk orang-orang yang hidup pada masa tidak diutusnya seorang Nabi. Dari sini kami tetapkan apa yang telah menjadi ketetapan kaum muslimin bahwa mereka tidaklah diazab.

    Imam Syathibi berkata : "Sudah menjadi sunnatullah di bumi ini bahwa Allah tidak akan menghukum seseorang kecuali bila Allah telah mengutus rasul-rasulnya. Apabila telah jelas ada bukti-bukti tentang Allah dan syariatnya, maka siapa yang beriman dan yang kafir akan mendapat balasannya masing-masing". (Al-Muafaqot, Imam Syathibi, 3/377).
    Wallpaper Rasulullah By riddler-inc.deviantart.com
    Wallpaper Rasulullah By riddler-inc.deviantart.com

    Imam Qasimi dalam menafsirkan ayat (Tidaklah kami mengazab suatu kaum hingga kami mengutus seorang rasul - Al-Isra:16) berkata : "Tidaklah benar, tidaklah pantas dan suatu hal yang tidak mungkin terjadi dalam hukum kami, bila kami mengazab suatu kaum kecuali bila kami telah mengutus pada kaum itu seorang rasul. Menunjukkan pada mereka kebenaran dan menceah mereka dari kesesatan. Karena kebenaran telah jelas dan tidak ada alas an untuk menolak"(Mahasinut Ta'wil, Imam Qasimi 10/ 312).

    Secara khusus ada dalil yang menunjukan bahwa kedua orang tua Nabi SAW., tidak diazab tanpa menggunakan dalil "Al-‘am Al-khas ". Karena mereka hidup pada masa transisi para nabi, firman Allah SWT., :

    "Wa nuqollibuka fissajidiin" (As-Syuara:219) artinya : "Dan pergerakanmu pada orang yang sujud". Dalam menafsirkan ayat ini Ibnu Abbas berkata :

    "Pergerakanmu dalam shulbi (tulang punggung ) Adam, Nuh, Ibrahim, hingga Allah mengeluarkanya dan menjadikannya seorang Nabi. (Tafsir Qurthubi 13/144. Tafsir Thabari 7/287).

    Dari Watsilah bin Asqa’ Nabi bersabda :"Allah memilihku dari keturunan Ibrohim Ismail, dari Keturunan Ismail Allah memilihku dari suku Kinanah, dari Bani Kinanah Allah memilihku dari suku Quraisy, dari suku Quraisy Allah mengutuskku dari Bani Hasyim," (HR. Ahmad, musnad Imam Ahmad, 4/107. HR. Muslim, shohih muslim 4/1782).

    Dari Ibnu Abbas Nabi SAW., bersabda : Ketika Allah mencipta manusia, allah menciptakanku dari keturunan yang terbaik diantara mereka, zaman yang terbaik, suku yang terbaik dan rumah yang terbaik. Maka aku adalah orang yang terbaik dan dari rumah tangga yang terbaik diantara mereka. (HR.Ahmad, Musnad Imam Ahmad, 4/165. HR. Tirmizdi, Sunan Tirmizdi, 5/ 584).

    Dalam hadits-hadits tadi Rasulullah SAW., menyebutkan bahwa beliau berasal dari keturunan yang terbaik dan mulia, hal ini bertolak belakang dengan sifat kufur atau syirik. Allah berfirman : "Sesungguhnya orang Musyrik itu adalah najis ".(At-Taubah :28)

    Golongan yang mengatakan bahwa kedua orang tua Nabi musyrik, karena mereka salah memahami dua hadits ahad. Dua hadits itu adalah :

    Rasulullah SAW., bersabda : "Aku meminta izin pada Allah, agar memohon ampunan buat ibuku, Allah tidak mengizinkanku, lalu aku memohon agar bisa menziarahi kuburannya, Allah mengizinkan ku. (HR.Muslim, Shahih Muslim, 2/671).

    Seorang laki-laki berkata pada Rasulullah SAW., : "Wahai Rasulullah dimana ayahku?", Rasul SAW., menjawab :"di dalam neraka" sebelum laki-laki itu menjauh dari Rasulullah, Rasul memanggilnya kembali dan berkata : "Ayahku dan ayahmu ada di dalam neraka." (HR. Muslim, Shohihnya, 1/191).
     
    Bantahan terhadap pendapat mereka :

    Pada hadist pertama tidak ada keterangan secara jelas bahwa ibu Rasulullah SAW., ada di dalam neraka. Disana hanya diterangkan bahwa Allah tidak mengizinkan beliau untuk memohon ampunan buat ibunya. Hal ini tidak menunjukkan bahwa ibu beliau adalah musyrik, kalaulah ibunya musyrik Allah tidak akan membolehkan beliau untuk menziarahinya. Karena menziarahi kuburan orang musyrik tidaklah dibolehkan.
    Maksud hadits kedua bisa jadi paman Nabi SAW., paman beliau Abu Thalib wafat setelah beliau diutus menjadi Rasul. Terkadang orang arab menyebut paman mereka dengan ayah. Seperti firman Allah SWT., : "Dan ingatlah tatkala Ibrahim berkata pada pada ayahnya : "Mengapa engkau menjadikan berhala tuhan ?". (Al-An’am :74). Ibnu Katsir dan ahli tafsir lainnya mengatakan bahwa ayah kandung nabi Ibrahim adalah Tarih atau Tarikh.

    Jika saja mereka masih menolak tafsir hadits kedua, maka kami katakan : "Kembali pada pendapat kalian tadi, baiklah kita anggap saja kedua orag tua Nabi SAW., tidak selamat dari api neraka. Tapi hal ini malah membuat kami menolak kebenaran dua hadits ini karena bertentangan dengan ayat Al-Quran yang qath’i. Inilah pendapat para ulama dan imam dari berbagai mazhab pada setiap zaman."
    Ulama hadits Al-Khatib Al-Baghdadi telah berkata mengenai kaedah ini, beliau berkata : "Apabila ada hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang dapat dipercaya, sanadnya bersambung, tetapi isinya bertetangan dengan Al-Qur’an atau hadist mutawatir. Maka hadits itu tidak bisa diamalkan atau mansukh. (Faqiih Wal Mutafaqqih, Baghdadi, 132).

    Para ahli hadits seperti Imam Bukhari dan Al-Madini menolak hadist yang berbunyi : "Allah azza wa jalla menciptakan tanah pada hari sabtu, menciptakan gunung pada hari minggu, mencitakan pepohonan pada hari senin, menciptakan hal-hal yang tidak diinginkan pada hari selasa, menciptakan cahaya pada hari rabu, menciptakan hewan melata pada hari kamis, menciptakan Nabi Adam as., pada hari jum’at di akhir penciptaan pada akhir antara asar dan malam hari. "(HR. Muslim, Shahih Muslim 4/2149)
    Banyak ahli hadits yang menolak hadits ini karena bertentagan dengan Al-Qur’an, hal ini diungkapkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Ayat Al-Qur’an tersebut adalah : "Sesungguhnya Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari". (Al-A’raf :54).

    Imam Nawawi juga menolak zhahir hadits yang riwayatkan oleh Aisyah yang berbunyi : "Pertama kali sholat diwajibkan adalah dua rakaat, untuk orang yang menetap maupun berpergian."( HR. Bukhari, shahih Bukhari 1/137, HR. Muslim 1/478 ). Karena hadits ini telah diriwayatkan oleh dua Imam hadist shahih maka Imam Nawawi tidak serta merta menolak hadits ini tanpa ada alasan yang jelas. Beliau berkata : "Jika sholat dua rakaat, ketika berpergian adalah perintah pertama, sedangkan rakaat shalat bagi orang yang menetap adalah tambahan, maka hal ini bertentangan dengan Al-Qur’an dan ijma’ kaum muslimin. Bila hadits ahad bertentangan dengan Al-Quran dan ijma’ maka wajib ditinggalkan.(Al-Majmu’, An-Nawawi 4/222).
    Maka golongan yang mengatakan bahwa orang tua Nabi SAW., berada dalam neraka hendaklah memilih dua hal berikut ini :
    1. Men-takwil : menafsirkan hadits bahwa kata ayah maksudnya adalah paman. Hal ini lebih selamat karena tidak bertentangan dengan Al-Quran.
    2. Menolak kedua hadits ahad tadi, karena bertentangan dengan Al-Quran yang qoth’i. inilah yang banyak dilakukan oleh para ulama.
    Bagaimanapun juga sudah jelas bahwa kedua orang tua Nabi SAW., dan seluruh nenek moyang beliau selamat dari neraka. Semoga Allah menganugrahkan kita rasa cinta pada NabiNya dan memahami kemulian-Nya.

    Wa Akhiru Da’wana Anil Hamdulillahi Rabbil A’lamiin.

    Sumber: Al-Bayan Al-Qawim Li Tashhihil Ba'dul Mafahim

    Habib Blog uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More info

    23 comments:

    1. maka dari itu ada istilah rido alloh adalah rido orang tua , sayangi orang tua lebih dari menyayangi diri sendiri itu hal yang wajib hukumnya betulkan gan ?

      ReplyDelete
    2. Iya bener banget tuh, karena jasa orang tua tidak akan terbalaskan dah tidak akan terhitung dalam jumlah materi.

      ReplyDelete
    3. Sungguh cerita yang bagus sekali. Saya sangat suka dengan namanya sejarah apalagi yang religius seperti diatas.

      ReplyDelete
    4. sungguh tulisan yang sangat menambah info dan pengetahuan, terimakasih bnyak yah, salam kenal. thaks

      ReplyDelete
    5. tulisannya bagus.. terima kasih banyak infonya..

      ReplyDelete
    6. Artikel yang sangat bermanfaat dan menginspirasi.

      ReplyDelete
    7. setelah membaca artikel di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa hanya Allah lah yang mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi nanti, termasuk apakah ke orang tua termasuk penghuni surga atau neraka

      ReplyDelete
    8. Kalau aku hanya membenarkan apa saja yang keluar dari mulut Rosululloh yaitu kedua orang tua beliau berada dalam neraka.

      http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/06/kafirkah-kedua-orang-tua-nabi-sebuah.html

      ReplyDelete
      Replies
      1. Dan Rasulullah tidak pernah berkata bahwa Ayah dan Ibunya berada dineraka.

        Kata: "Ayahku dan ayahmu ..." yang dimaksud Nabi adalah Paman beliau;

        Delete
      2. Syaifuddin al-Akbar18 Mei 2013 16.25
        Kalau aku hanya membenarkan apa saja yang keluar dari mulut Rosululloh yaitu kedua orang tua beliau berada dalam neraka.

        http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/06/kafirkah-kedua-orang-tua-nabi-sebuah.html

        jawab
        terus terang ana kasihan sekali melihat antum sdh termakan doktrin salafi-wahabi yg nashibi (pembenci keluarga nabi saw . saya berikan antum beberapa point semoga dapat membuka mata dan hatimu.:
        1. saya sdh membantah tentang fitnah ortu nabi saw dan abu thalib mati dalam keadaan kafir/musryik. silahkan antum berselancar dibloq salafi sendiri disini :

        http://filsafat.kompasiana.com/2012/06/27/benarkah-abu-thalib-muslim-koreksi-atas-ketergelinciran-dewa-gilang-473577.html

        atau disini

        http://blumewahabi.wordpress.com/2007/05/05/islamkah-abu-thalib/

        2. saya juga sdh mengajak abu al-jauza kebloq tersebut tp sampai sekarang dia tak berani dan tega membiarkan kedua ustad pemilik bloq tersebut diam karena kehabisan hujjah.

        3. kalo antum perhatiakan dengan jeli dalil yg dibawa abu al-jauza ttg pengkafiran ortu nabi saw hanya berpredikat hadist. sedangkan ana bawa dalil tentang kesucian dan kemulian ortu nabi saw adalah Al-Quran. saya mau tanya mana derajatnya lebih tinggi hadist atau Al-quran ?

        setahu ana ayat Al-Quran dapat menghapus hadist walaupun seshahih apapun hadist tersebut. sedangkan hadist shahih tdk dapat menghapus ayat Al-Quran.

        oleh karena itu beberapa ulama berpendapat :

        Ulama hadits Al-Khatib Al-Baghdadi telah berkata mengenai kaedah ini, beliau berkata : “Apabila ada hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang dapat dipercaya, sanadnya bersambung, tetapi isinya BERTETANGAN DENGAN AL-QUR’AN atau hadist mutawatir. Maka hadits itu tidak bisa diamalkan atau mansukh. (Faqiih Wal Mutafaqqih, Baghdadi, 132).

        Bila hadits ahad bertentangan dengan Al-Quran dan ijma’ maka wajib ditinggalkan.(Al-Majmu’, An-Nawawi 4/222).

        ini satu ayat saja ttg kesucian dan keutamaan ortu dan kakek nabi saw saya berikan selanjutnya silahkan antum berselancar dibloq yg ana berikan.

        SESUNGGUHNYA ALLAH BERMAKSUD HENDAK MENGHILANGKAN DOSA DARI KAMU, HAI AHLUL BAIT DAN MEMBERSIHKAN KAMU SEBERSIH-BERSIHNYA. (QS.33:33)

        mungkin ada orang awam yg bertanya apakah ortu dan kakek nabi saw termasuk ahlul bait (keluarga nabi saw) jawabnya IYA.
        KECUALI ANDA MAU MENGELUARKAN ORTU DAN KAKEK NABI SAW DARI AHLUL BAIT (KELUARGA) NABI SAW) JIKA ITU ANDA LAKUKAN (MENGELUARKAN MEREKA) KEDALAM AHLUL BAIT NABI SAW MAKA ANDA JUGA HARUS MENGELUARKAN KEDUA ORANG TUA DAN KAKEK ANDA SEBAGAI AHLUL BAIT (KELUARGA) ANTUM JUGA.

        semoga bermanfaat

        Delete
      3. Saya suka dan setuju dengan komentar Saudara younedi edi :D

        Delete
    9. terima kasih banyak atas informasinya gan :D

      ReplyDelete
    10. Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah berkata :
      وأبواه كانا مشركين, بدليل ما أخبرنا
      ”Sesungguhnya kedua orang tua Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam adalah musyrik dengan dalil apa yang telah kami khabarkan (yaitu HR Muslim no. 203 dan no. 976).”

      ReplyDelete
    11. This comment has been removed by the author.

      ReplyDelete
    12. Terserah. Lagian juga neraka belum dibuka. Saya percaya nabi Muhammad lahir dari kedua orang tua yg baik, mulia, bersih. Allah Maha Tahu

      ReplyDelete

    Copyright © Habib Blog

    Promoted Link: Tafsir Sponsored By: Gratis Template By: MP3 Nasyid