• 28.4.13

    Kehidupan Nabi Muhammad Setelah Wafatnya

    Apakah Nabi Muhammad SAW Hidup Didalam Kuburnya?

    Adakah Dampak Hidupnya Nabi Muhammad SAW Didalam Kuburnya Terhadap Kehidupan Kita Didunia Ini?


    JAWABAN:

    Untuk menjawab permasalahan ini kita harus menjelaskan istilah-istilah terlebih dahulu, karena banyak permasalahan bisa terselesaikan dengan menjelaskan istilah-istilahnya terlebih dahulu. Apabila yang dimaksud dengan hidupnya nabi SAW,. adalah beliau belum wafat dari kehidupan dunia, atau Allah SWT., belum mencabut nyawa beliau, maka ini adalah salah, dan bertentangan dengan nash Al-Qur’an.

    Allah berfirman:
    "Tidaklah Kami menjadikan manusia sebelummu kekal, apakah bila kamu wafat sedangkan mereka kekal"(Al-Anbiya : 34)

    "Kamu akan wafat dan mereka pun akan wafat"(Az-Zumar : 30)

    Memang Nabi SAW., telah wafat dari dunia ini, akan tetapi hubungan beliau dengan kita tidaklah terputus. Beliau hidup di kehidupan lain. Kehidupan para nabi. Kehidupan setelah mati.

    Nabi SAW,. bersabda : "Hidupku baik untuk kamu, karena kamu dapat berkomunikasi (denganku). Matiku juga baik untuk kamu, karena amal perbuatan kamu  akan diperlihatkan padaku, apabila aku melihat amal kamu yang baik, aku  akan memuji Allah, apabila aku melihat yang buruk aku memohon kepada allah agar mengampuni kalian". (HR. Ibnu Bazzar, Musnad Ibnu Bazzar, 5/308 . Ad-Dailami, Musnad Firdaus 2/137. Al-Harits, Musnad Harits biziyadatil Haitsami 2/884. Al-Haitsami, Majmaazzawaid 9/24).

    Rasulullah SAW,. Juga bersabda : "Apabila seseorang mengucapkan salam untukku, Allah akan menyampaikannya pada ruhku hingga aku akan membalas salamnya". (HR. Ahmad, Musnad Imam Ahmad 2/527. Abu Daud, Sunan Abu Daud 2/218. Thabrani, Al-Ausath 3/262. Baihaqi, Al-Kubra 5/245 dan Asy-Sya’b 2/217. Ad-Dailami, Musnad Firdaus 4/25. Al-Munzdiri, At-Targhib Wat-Tarhib 2/326. Al-Haitsami, Majma’azzawaid 10/162. Al-Hafizd Ibnu Hajar, Fathul Bari 6/488)  

    Hadist ini menunjukkan adanya hubungan ruh beliau dengan tubuh beliau untuk selama-lamanya. Karena disetiap zaman akan ada orang yang memberi salam pada Rasulullah SAW.,

    Wafatnya Rasul SAW., tidak sama dengan wafatnya manusia biasa. Karena ruh manusia biasa tidak akan kembali pada jasad setelah meninggal dunia. Kehidupan manusia biasa setelah mati hanya terbatas pada ruh. Walaupun masih berhubungan dengan kehidupan dunia, seperti membalas salam dan lain lain, sebagaimana yang terdapat pada astar. Sedangkan kehidupan para nabi setelah wafat lebih sempuna dari pada kehidupan mereka ketika di dunia. Bahkan lebih sempurna dari kehidupan seluruh makhluk apabila telah wafat.

    Didalam riwayat hadist lain yang shahih disebutkan bahwa para nabi beribadah kepada Allah SWT., di dalam kubur mereka.

    - Dari Anas RA,. Rasulullah SAW,. Bersabda : "Aku melihat Musa ketika malam Isra mi’raj di tengah-tengah asap merah, beliau shalat dalam quburnya". (HR. Ahmad, Musnad Imam Ahmad, 2/315. Muslim, Shahih Muslim 4/1845. An-Nasa i, Sunan An-Nasa i 1/419. Ibnu Hibban, Shahih Ibnu Hibban 1/242. Ibnu Abi Syaibah, Mushannif Ibnu Abi Syaibah 7/335. Thabrani, Ausath 7/13.)    

    - Diriwayat lain, Rasulullah SAW,.bersabda : "Para nabi hidup di dalam kubur mereka dan mereka mengerjakan sholat".(HR. Ad-Dailami, Musnad Firdaus 1/119. Abu Ya’la, Musnad Abu Ya’la 6/147. Ibnu A’di, Al-kamil 2/327. Haitsmi, Majmaazzawaid 8/211)
    Hadist ini menunjukkan bahwa para nabi hidup di dalam kubur mereka  dengan jasad dan ruh, karena ada penyebutan kata tempat, "kubur mereka". Seandainya para nabi hidup dengan ruh mereka saja, lantas mengapa di dalam hadits disebut "kubur mereka". Disini kita bisa menyimpulkan bahwa mereka hidup dalam kubur mereka seperti mereka hidup sebelum wafat, hidup dengan ruh dan jasad. karena jasad para nabi dijaga Allah dan tidak akan  hancur dimakan tanah.

    Rasulullah SAW,. Bersabda : "Sesungguhya Allah melarang bumi untuk memakan jasad para nabi". (HR. Ahmad, Musnad Imam Ahmad 4/8. Abu Daud, Sunan Abu Daud 1/275. . An-Nasa i, Sunan An-Nasa i 3/91. Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah 1/524. Al-Hakim, Mustadrak 1/413. Baihaqi, As-Sughra 1/372 dan Al-Kubra 3/428).

    Nabi SAW,. hidup dalam kubur  dengan ruh dan jasad yang di jaga oleh Allah SWT,. sama seperti nabi-nabi yang lainnya. Di dalam kuburnya beliau SAW.,  mendekatkan diri beribadah pada Allah SWT., berhubungan dengan umatnya, memohon ampunan untuk mereka, memberi mereka syafaat, membalas salam mereka, dan lainnya.

    Bila ada orang yang mengingkari hidupnya nabi SAW,. di dalam kubur setelah beliau wafat, maka ia mengingkari hadist yang telah  kita sebutkan tadi. Bila ada orang yang mengingkari wafatnya beliau dari kehidupan dunia maka ia mengingkari nash Al-Qur’an. Yang benar adalah: beliau telah wafat dari kehidupan dunia ini akan tetapi beliau SAW., hidup di dalam kuburnya.

    Menurut hadits yang telah diriwayatkan, Rasulullah SAW., di dalam kubur beribadah menyembah Allah, membalas salam orang yang mengucapkan salam padanya, memberi syafaat untuk umatnya dan memohon ampunan untuk mereka.
    Wallahu a’lam.

    Sumber: AlBayan AlQawim Li Tashhihi Ba'dul Mafahim
    Karya: Dr. Ali Jum'ah
    Diterjemah Kedalam Bahasa Indonesia Oleh: Muhammad Habib Effendi

    Habib Blog uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More info

    5 comments:

    1. @tulisan agan keren, semoga menambah inspirasi kita bagi para pembaca, nice post yah gan, salam kenal

      ReplyDelete
    2. menambah wawasan, thanks brother.

      mampir juga ya

      ReplyDelete
    3. sangat bermanfaat sekali gan, karena bisa nambahin wawasan

      ReplyDelete
    4. Luar biasa artikelnya.Allahumma sholli 'alaa Muhammad.

      ReplyDelete

    Copyright © Habib Blog

    Promoted Link: Tafsir Sponsored By: Gratis Template By: MP3 Nasyid